Tugas EPTIK Pertemuan 10
Link Gdrive Tugas : https://drive.google.com/file/d/14CbHEU__opcDjCn0q6oYIB9SNWiKbP3P/view?usp=sharing
1. Berikan Contoh Etiket atau
pelanggaran berinternet yang anda ketahui dalam :
- Berkirim
surat melalui email
- Berbicara
dalam chatting
Jawab:
- Berkirim surat melalui email
- Email
Spam,
- Email
Bomb,
- Email
Porno,
- Penyebaran
Virus Melalui Attach Files ,
- Membuat
Sebuah Informasi yang Bersifat Provokatif,
- Menyiarkan
Ulang Tulisan Tanpa Ijin.
- Berbicara
dalam chatting
- Mengeluarkan Pernyataan yang Berbau SARA
(Suku, Agama, Ras dan antar golongan),
- Penulisan
Kalimat Menggunakan Huruf Kapital,
- Merusak
Nama Baik,
- Menyarankan
Tindakan Melanggar Hukum ,
- Menyebarkan
Hal-hal yang Berbau Kekerasan.
2. Jelaskan berbagai macam kegiatan apa
saja yang bisa dilakukan pada dua kegiatan diatas.
Jawab :
Berkirim surat melalui email
Email Spam
- Spamming adalah pengiriman email secara
berulang-ulang dengan topik berbeda atau sama. Orang yang menerima spam
ini akan jengkel, karena bisanya isinya menawarkan informasi, produk atau
jasa yang sebenarnya tidak kita butuhkan.
Email Bomb
- Adalah suatu cara untuk membuat server menjadi
down. Email bomb ini dilakukan dengan cara mengirimkan suatu email secara
serempak dan dalam jumlah dan isi yang sama. Email bomb ini menggunakan kode-kode program yang
menggunakan statement looping/perulangan sehingga email yang seharusnya
dikirim sekali, menjadi dikirim berkali-kali sehingga mengakibatkan
downnya server tersebut.
Email Porn
- Menyebarkan materi dan bahasa yang bersifat
pornografi dan tidak etis. Merupakan suatu pelanggaran terhadap etika
dalam berinternet serta sudah melanggar norma agama.
Penyebaran Virus Melalui Attach File
- Sudah mulai berkurang karena adanya fasilitas
scanning virus melalui attach file. Tapi ini bisa saja terjadi karena
tidak semua antivirus bisa mendeteksi jutaan virus yang sudah beredar
ini. Hal ini tentu saja melanggar etika karena telah
menyebarkan virus melalui media email.
Membuat Sebuah Informasi yang Bersifat Provokatif
- Misalnya kepada sekelompok orang dikarenakan
kepentingan tertentu oleh provokator tersebut.
Menyiarkan Ulang Tulisan Tanpa Mendapat Ijin
- Menyiarkan ulang tulisan atau media apapun
yang belum mendapat izin dari orang atau lembaga yang memiliki hak
penerbitan yang sah.
Berbicara dalam
Chatting
Mengeluarkan Pernyataan yang Berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan
antar golongan).
- Mengeluarkan sebuah statement yang sensitive
dan membuat orang lain yang memiliki latar belakang SARA yang berbeda
menuai protes karena terdapat unsur pelecehan nama baik. SARA
ini dapat menyebabkan perkelahian sampai pada pertumpahan darah. Tidak
dapat di pungkiri lagi bahwa SARA ini merupakan pelanggaran dalam
berinternet, pada kasus kali ini kita melakukan suatu tindakan/perkataan
yang mengundang SARA di suatu room chatting. Tentu saja banyak para
user-user di room tersebut yang terpancing emosinya atau merasa
terganggu. Oleh karena itu, hal-hal
yang berbau SARA harus kita hindari dalam berinternet ini.
Penulisan Kalimat Menggunakan Huruf Kapital
- Karena penggunaan karakter huruf bisa
dianalogikan dengan suasana hati sipenulis. Huruf kapital mencerminkan
penulis yang sedang emosi, marah atau berteriak. Namun ada kalanya huruf
kapital dapat digunakan untuk memberi penegasan maksud.
Tetapi yang harus dicatat, penggunaan penegasan maksud ini
secukupnya saja, satu-dua kata dan jangan sampai seluruh kalimat/paragraf.
Merusak Nama Baik
- Seperti halnya menggunakan kata-kata yang
tidak senonoh (tidak sopan) serta mengancam, melecehkan atau menghina
orang lain.
Menyarankan Tindakan Melanggar Hukum
- Seperti berdiskusi yang mengarahkan pada
tindakan melanggar hukum. Misalnya korupsi, untuk kepentingan pribadi
maupun kelompok.
Menyebarkan Hal-hal yang Berbau Kekerasan
- Seperti memberikan informasi yang bersifat
kekerasan yang takutnya malah menjadi contoh bagi orang lain untuk
melakukanya juga.
3. Jelaskan
Apa yang dimaksud dengan “Proses Profesional” dalam mengukur sebuah
profesionalisme.
Jawab:
Proses professional adalah suatu
proses menuju kepada perwujudan dan peningkatan profesi dalam mencapai suatu
kriteria yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Proses Profesional
adalah proses atau perjalanan waktu yang membuat seseorang atau kelompok orang
menjadi profesional. Misalnya seorang guru, mereka dituntut dituntut
memvalidasi ilmunya, baik melalui belajar sendiri maupun melalui program
pembinaan dan pengembangan yang dilembagakan oleh pemerintah atau masyarakat.
Pembinaan merupakan upaya peningkatan profesionalisme guru yang dapat dilakukan
melalui kegiatan seminar, pelatihan, dan pendidikan. Pembinaan guru dilakukan
dana kerangka pembinaan profesi dan karier. Pembinaan profesi guru meliputi
pembinaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional,
dan kompetensi sosial. Pembinaan karier sebagaimana dimaksud pada meliputi
meliputi penugasan, kenaikan pangkat, dan promosi.
4. Jelaskan
bagaimana bentuk profesionalisme dalam profesi seperti: polisi, hakim, dokter,
programmer, data entri operator, database administrator dan sebagainya.
(Pilihlah satu profesi bidang IT dan satu profesi bidang non-IT)
Jawab:
Polisi : seorang polisi yang merespon setiap panggilan
kejahatan, melakukan penggerebekan dan penangkapan para penjahat, bila perlu
dengan tembak-menembak. Dalam konteks profesionalisme seperti itu maka polisi
selalu merasa kekurangan personil, dana operasional dan kebutuhan akan
teknologi “peperangan”. Profesionalisme seperti diatas sangatlah mungkin
diterapkan pada jaman awal berdirinya polisi ketika kejahatan masih
konvensional dan relatif tidak kompleks.
Mengharuskan polisi tidak hanya jujur, tegas dan cakap
secara teknis, tetapi juga memahami apa yang diharapkan oleh masyarakatnya.
Kemampuan untuk memahami masyarakatnya inilah yang menjadi kunci utama dalam
standart profesionalisme polisi modern. Perubahan sosial yang ada telah
mengakibatkan pula perubahan harapan akan pelayanan polisi. Pemahaman akan
harapan masyarakat akan pelayanan polisi adalah kunci utama profesionalisme
kepolisian modern. Polisi harus mampu ‘menari’ bersama masyarakatnya. Kecocokan
harapan masyarakat akan pelayanan polisi dengan pelayanan yang diberikan polisi
akan menciptakan kepuasan masyarakat. Itulah sebenarnya hakekat profesionalisme
polisi.
Programmer :
Dalam setiap profesi kita butuh memiliki sikap profesionalisme, apapun itu
bidangnya yang sedang anda lakukan. Kita juga perlu mengetahui kode etik
professional yang harus dimiliki oleh seorang IT. Dan berikut adalah ciri-ciri
profesionalisme yang dibutuhkan seorang IT:
a) Memiliki pengetahuan yang tinggi di bidang
IT
b) Memiliki ketrampilan yang tinggi di bidang
IT
c) Memiliki pengetahuan yang luas tentang
manusia dan masyarakat, budaya, seni, sejarah dan komunikasi
d) Tanggap tehadap masalah client, paham
terhadap isu-isu etis serta tata nilai kilen-nya
e) Mampu melakukan pendekatan multidispliner
f) Mampu bekerja sama (Team Work)
g) Bekerja dibawah disiplin etik
h) Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada
kode etik, bila dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat
luas terhadap masyarakat
Komentar
Posting Komentar